Selasa, 27 Januari 2015

KENAKALAN REMAJA DI SEKOLAH

Kenakalan Remaja dan Solusinya


Akhir-akhir ini media massa diwarnai berita-berita negatif tentang kenakalan remaja, mulai dari kekerasan, penyalahgunaan narkoba, pergaulan bebas, free sex, hingga kriminalitas yang dapat menelan korban jiwa. Anehnya, semua kenakalan itu banyak dilakukan oleh anak remaja sekolah yang seharusnya menunjukkan prilaku positif. Hal ini harus menjadi perhatian serius oleh semua elemen, khususnya para orang tua dan praktisi pendidikan.
Langkah-langkah strategis dan praktis sangat mendesak untuk dilakukan dalam rangka mengidentifikasi, menginvestigasi, dan  memberikan solusi efektif guna menanggulangi kenakalan remaja. Semua itu membutuhkan ketelatenan, keuletan, kesungguhan, dan semangat tinggi dari semua elemen.
Buku Kiat Mengatasi Kenakalan Remaja di Sekolah ini mengupas tuntas permasalahan remaja dan solusinya melalui pendekatan psikologis dan edukatif. Dengan dua pendekatan ini diharapkan mampu menganalisis semua permasalahan remaja secara mendalam sehingga mampu menemukan solusi tepat yang dapat diterapkan dalam proses pendidikan di sekolah.

Sebagai ujung tombak dalam pendidikan anak, sekolah memiliki peran sangat vital dalam menyelesaikan problematika kenakalan remaja. Oleh karena itu, sekolah dengan struktur dan manajemen profesionalnya sudah seharusnya mengalokasikan sumber daya manusia dan finasialnya agar tetap aktif dalam menangani kenakalan remaja. Buku ini hadir untuk membantu memberikan pemahaman utuh kepada semua praktisi pendidikan dalam menanggulangi kenakalan remaja.

Sebelum melakukan tindak penanggulangan kenakalan remaja, sekolah perlu melakukan langkah-langkah strategis agar tidak salah sasaran. Dimulai dengan persiapan bekal pemahaman yang utuh terhadap remaja dan dunianya serta perannya di masyarakat. Bekal ini sangat penting bagi semua pihak di sekolah, terutama guru, sebagai motor penggerak motivasi dalam melaksanakan langkah-langkah berikutnya. Karena sekolah mempunyai tanggung jawab besar untuk mempersiapkan remaja ideal sebagai ilmuwan dan penggerak kemajuan dan kesejahteraan di tengah-tengah masyarakat
Setidaknya ada dua alasan yang penting untuk disadari oleh semua pendidik mengapa ramaja harus disiapkan dengan matang. Yaitu, pertama, remaja mempunyai peran dan nilai yang strategis  serta signifikan dalam menentukan masa depan bangsa. Kedua, eksistensi remaja sebagai simbol progresivitas, pelopor, dan penentu arah dinamika suatu bangsa .

Langkah selanjutnya setelah mengetahui posisi dan peran remaja secara menyeluruh adalah menganalisis penyebab-penyebab kenakalan remaja. Menurut Kartini Kartono, kenakalan remaja disebabkan oleh dua faktor, yaitu faktor internal (endogen) dan faktor eksternal (eksogen).  Faktor internal berlangsung melalui proses internalisasi diri yang keliru oleh remaja dalam menanggapi lingkungan di sekitarnya dan semua pengaruh dari luar.

Sedangkan faktor eksternal adalah semua perangsang dan pengaruh luar yang menimbulkan tingkah laku terntentu bagi anak-anak remaja. Misalnya, tindak kekerasan, kejahatan, perkelahian, pornografi, pornoaksi, pergaulan, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), dan lain sebagainya

Faktor lain adalah kurangnya perhatian dari orang tua dan guru. Apalagi kondisi saat ini yang serba canggih. Kecanggihan teknologi tersebut harus diimbangi dengan kontrol yang baik dan pembinaan moral yang tepat agar para pendidik tidak “kecolongan”. Karena kemudahan dalam mengakses informasi secara bebas dapat mempengaruhi pola pikir anak. Jika yang diakses informasi yang tidak baik dan merusak seperti pornografi dan semacamnya, maka mereka akan cenderung ingin meniru apa yang mereka lihat.

Perlu disadari, bahwa terdapat dua hal penting yang harus dipahami oleh orang tua dan semua pendidik di sekolah yang ada dalam diri remaja. Ada potensi positif yang sangat menakjubkan, sekaligus juga ada potensi negatif yang sangat membahayakan. Potensi positif adalah kekuatan yang dapat membawa kepada kemajuan. Sedangkan potensi negatif dapat membawa pada kenakalan yang besar, dikarenakan keinginannya untuk mencoba hal-hal baru yang sangat besar.

Untuk itu, kedua potensi tersebut butuh perhatian khusus dari para pendidik agar seorang remaja tidak terjebak pada hal-hal negatif. Di sinilah keterampilan para pendidik dalam menemukan energi positif remaja sangat diperlukan. Tentunya bukan menggunakan insting, tapi dengan pengamatan yang mendalam tentang kehidupan remaja itu sendiri, baik dengan membaca buku maupun dengan langsung mengamati perubahan tingkah lakunya di setiap waktu.

Ada empat belas langkah praktis yang sangat memungkinkan untuk dilakukan di sekolah dalam buku ini dalam rangka mencegah dan mengatasi kenakalan remaja. Semuanya dapat dirangkum dalam empat poin penting.-
- Pertama,menguatkan pendidikan karakter yang baik kepada anak di sekolah dengan keteladanan dan menyemarakkan kegiatan-kegiatan positif.
- Kedua, melakukan pendekatan psikologis yang humanis kepada anak melalui bimbingan dan konseling.
- Ketiga, Menguatkan kerja sama antara sekolah, orang tua, dan lingkungan dalam mengontrol perkembangan karakter anak.
- Keempat,Menegakkan tata tertib sekolah secara disiplin

Minggu, 25 Januari 2015

Biografi

BIOGRAFI





      Nama saya Ni luh Novita Sari nama panggilan saya Novi, umur saya 15 tahun,saya lahir di Denpasar, 21 November 1999, Saya anak pertama dari empat bersaudara.Ayah Saya  bernama I Putu Suweda, nama Ibu saya Ni Nengah Nari, pekerjaan Ayah saya PNS dan Ibu saya sebagai ibu rumah tangga,Saya memiliki  saudara perempuan dua  saya bernama Ni Made Rina Andriani, Ni Ketut Widha Yanti, dan adik laki-laki saya bernama I Gede Denta Sujana, Rina berusia 12 tahun umur saya dan rina hanya berbeda 3 tahun saat ini dia kelas 6 SD,
widha berusia 7 tahun kelas 1 SD, dan Denta berusia 3 tahun.
       
Hobby saya menyanyi artis yang saya kagumi adalah Fatin Shidqia Lubis,saya mengagumi fatin karena dia mempunyai suara yang unik dan khas serta memiliki kepribadian yang khas,Fatin juga memenangkan audisi X Factor Indonesia muslim
pertama dan fatin meluncurkan single pertamanya yang berjudul " Aku memilih setia".Perjalanan Fatin Shidqia Lubis di ajang X Factor Indonesia X Factor Indonesia, dimulai dari saat Fatin mengikuti audisi musim pertama dari X Factor Indonesia dengan membawakan lagu Bruno Mars yang berjudul"Grenade". Saat itu Fatin tampil masih memakai seragam sekolahnya karena dia sebelumnya dia harus izin kesekolah untuk mengikuti audisi X Factor ini. Dia juga memakai sweater berwarna abu-abu bergaris-garis untuk menahan dingin. Hal ini karena dia sedang dalam kondisi sakit ketika melantukan lagu "Grenade". Setelah penampilannya yang memukau dengan lagu "Grenade",  Tepuk tangan meriah ia dapatkan dari keempat juri dan para penonton. Cita-cita saya menjadi seorang perawat , makanan favorit saya adalah nasi goreng dan minuman favorit saya adalah jus alvokat.

     Saat pertama masuk TK saya berusia 6 tahun, saya  sangat cengeng dan manja, karena kalau tidak ada ibu yang nenunggui saya saya belajar pasti saya akan menangis dan tidak mau belajar, dan Ibu guru saya sangat sabar saat saya sedang cengeng atau rewel di sekolah. Dan beberapa hari kemudian saya berani ditinnggal oleh Ibu saya dan mau belajar dengan baik. Saya mengucapkan terima kasih kepada ibu guru yang sebesar-besarnya atas jasa yang telah di berikan  kepada saya dan mau mengajari saya mengenal  huruf, menghitung, membaca dan sabar menghadapi saya saat saya nakal. saat perpisaan di TK saya memersembahkan tari-tarian  bersama teman-teman, dan saya mendapat kan hasil rapot yang memuaskan.


      Dan melajutkan pendidikan selajutnya ke SD N 2 Padangsambian kaja, letak sekolah dengan rumah saya tidak terlalu jauh, biasanya saya ke sekolah jalan kaki bersama teman-teman dan kadang juga saya di antar bersama orang tua, Saya tinggal di Jalan Karang Sari 8 no 10. Saat lulus SD saya mendapatkan nilai yang baik dan memuaskan.Lalu saya  melanjutkan pendidikan yaitu ke SMP N 5 Denpasar, saat saya mendaftar ke SMP N 5 Denpasar ada Osis yang membatu proses pendaftaran saya dan membagikan formulir untuk diisi identitas. Saya bertemu dengan banyak teman-teman, dan saat menggikuti MOS( Masa Orientasi Siswa ) disana saya disuruh untuk membawa makanan serba berwarna hijau dan saya kelompok saya di beri nama " kelompok Avatar" dan selanjutnya di bagikan kelas, dan saya mendapatkan kelas VII A sampai sekarang saya mejadi kelas IX A saya bangga menjadi siswa di SMP N 5 Denpasar dan bangga mendapatkan kelas yang unggulan.